agaimana merumuskan indikator berdasarkan materi pembelajaran?
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
Indikator merupakan Kompetensi Dasar yang lebih spesifik. Apabila serangkaian indikator dalam satu Kompetensi Dasar sudah dapat dicapai oleh siswa, berarti target Kompetensi Dasar tersebut sudah terpenuhi.
Untuk merumuskan indikator perlu diperhatikan:
• Mengacu pada kompetensi dasar dan materi pembelajaran
• Kata kerja operasional sama atau lebih rinci dari kata kerja operasional pada kompetensi dasar
• Tiap kompetensi dasar bisa dibuat tiga atau lebih indikator
• Cakupan lebih sempit dibanding kompetensi dasar
• Cakupan materi lebih sedikit dibanding dengan standar kompetensi.
• Tiap indikator dapat dibuat tiga atau lebih butir soal
Perbendaharaan kata kerja operasional yang beragam akan sangat membantu guru dalam merumuskan indikator berdasarkan kompetensi dasarnya.
5. Bagaimana merancang asesmen pembelajaran berdasarkan indikator pembelajaran?
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. enilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Hakikat pola penilaian yang dikembangkan dalam Kurikulum yang berbasis kompetensi lebih diarahkan pada pengukuran yang seimbang pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, serta menggunakan prinsip berkesinambungan dan autentik guna memperoleh gambaran (profiles) keutuhan prestasi dan kemajuan belajar siswa.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.
a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d. Pemilihan bentuk penilaian dalam silabus, seperti: penilaian tertulis (paper and pencil), produk (product), unjuk kerja (performance), proyek (project), dan portofolio (portfolio) harus memperhatikan kemampuan-kemampuan yang dapat mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas siswa serta sesuai dengan ciri khas dari mata pelajaran yang bersangkutan.
e. Penulisan bentuk penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam pembuatan soal-soalnya.
f. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
g. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
h. Penilaian mengacu kepada tujuan dan fungsi penilaian, misalnya pemberian umpan balik, pemberian informasi kepada siswa tentang tingkat keberhasilan belajarnya, memberikan laporan kepada orang tua.
i. Penilaian mengacu kepada prinsip diferensiasi, yakni memberikan peluang kepada siswa untuk menunjukkan apa yang diketahui, yang dipahami, dan mampu dilakukannya.
j. Penilaian tidak bersifat diskriminasif (tidak memilih-milih mana siswa yang berhasil dan mana yang gagal dalam menerima pembelajaran).
Perlu dipertegas tentang penilaian dalam arti asesmen dan penilaian dalam arti evaluasi.
§ Penilaian dalam arti Asesmen merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa baik perorangan maupun kelompok yang diperoleh melalui pengukuran. Tujuannya untuk menganalisis atau menjelaskan unjuk kerja/prestasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait, dan mengefektifkan penggunaan informasi untuk mencapai tujuan pendidikan
§ Penilaian dalam arti evaluasi merupakan serangkaian kegiatan penilaian keseluruhan program mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai dengan pengawasan. Misalnya, evaluasi dari program yang meliputi kurikulum, asesmen, pengadaan dan peningkatan guru, manajeman pendidikan, dan reformasi pendidikan.
* Kuis: digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat, bentuknya berupa isian singkat, dan dilakukan sebelum pelajaran.
* Ulangan harian: dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi, untuk mengungkap penguasaan pemahaman, sampai evaluasi, atau untuk mengungkap penguasaan pemakaian alat atau suatu prosedur.
* Tugas individu: dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap siswa dan dapat berupa tugas rumah. Tugas individu dipakai untuk mengungkap kemampuan aplikasi sampai evaluasi atau untuk mengungkap penguasaan hasil latihan dalam menggunakan alat tertentu, melakukan prosedur tertentu.
* Tugas kelompok: digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jika mungkin kelompok siswa diminta melakukan pengamatan atau merencanakan sesuatu proyek menggunakan data informasi dari lapangan.
* Ulangan blok : dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa kompetensi dasar dalam satu waktu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahman sampai evaluasi
* Ulangan semester : digunakan untuk menilai ketuntasan penguasaan kompetensi pada akhir program semester. Kompetensi yang diujikan berdasarkan kisi-kisi yang mencerminkan kompetensi dasar yang dikembangkan dalam semester yang bersangkutan. Dari aspek kognitif untuk mengungkap mengingat sampai evaluasi. Untuk aspek psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester.
* Ulangan kenaikan : digunakan untuk mengetahui ketuntasan siswa untuk menguasai materi dalam satu tahun ajaran. Pemilihan komptensi ujian harus mengacu pada kompetensi dasar, berkelanjutan, memiliki nilai aplikatif, atau dibutuhkan untuk belajar pada bidang lain. Untuk keterampilan psikomotor dilakukan ujian praktik. Untuk aspek afektif dilakukan dengan pengumpulan data/hasil pengamatan dalam kurun waktu 1 semester
* Laporan kerja praktik atau laporan praktikum: dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa.
* Responsi atau ujian praktik: dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dan Bahasa yaitu untuk mengetahui penguasaan akhir baik dari aspek kognitif maupun psikomotor.
* Paper and Pencil Tes
Tes tertulis (Paper and Pencil Tes) merupakan bentuk penilaian yang digunakan dengan menyajikan sejumlah pertanyaan dan menggunakan jawaban tertulis sebagai bukti tingkat pencapaian pengetahuan, kompetensi, pemahaman, dan sikap siswa secara perorangan.
* Performance Assessment
Penilaian kinerja/penampilan (Performance assessment) adalah penilaian yang menuntut siswa melakukan tugas dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati oleh guru. Misalnya, tes percobaan, praktek olahraga, menyanyikan lagu, memperagakan, atau berpidato.
* Project Assessment
Asessmen penugasan atau proyek merupakan tugas yang harus dikerjakan siswa yang memerlukan waktu relatif lama dalam pengerjaannya. Penugasan ini dimaksudkan untuk menggali informasi tentang kemampuan siswa dalam mengintegrasikan seluruh pengetahuan yang telah diperoleh dalam bentuk laporan atau karya tulis.
* Product Assessment
Asesmen produk atau hasil karya (Product Assessment) merupakan penilaian terhadap hasil yang nyata dari usaha siswa yang produknya bisa berupa gambar, tulisan, atau konstruksi.
* Portfolio
Portofolio merupakan sajian informasi atau data yang berupa kumpulan pekerjaan siswa sebagai bukti usaha, perkembangan, dan kecakapan siswa dalam satu bidang atau lebih selama periode tertentu yang disusun secara sistematis (Paulson dalam Masjudi, 2002).
Minggu, 12 Oktober 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar